

マミ- ブログ
it’s mamie’s blog
- HIATUS -
Author: mamie
beneran… lg gak mood untuk nulis apa2 (except this of course)
hiks…
napa bisa gini yah?
read comments (0)Narsis dengan Kaos AM Terbaru
Author: mamie
Sebenarnya kaos AM rencananya akan dibagi hari Minggu, tanggal 18 Mei yang akan datang. Tetapi karena mamie dah ngatur jadwal ke Jakarta hari ini, tanggal 16 akhirnya baju kaos ini mamie minta duluan diberikan.
Beruntung ada Ina si penyuka ungu ini, mamie bisa memperoleh baju kaos kemarin.
Yang paling senang mendapatkan baju ini adalah amdan. Dia dari dulu suka mengikuti gaya om Paccarita dengan gaya satu tangan diangkat ke atas.
Tapi jadinya unik juga sih. Ke bandara mamie, jimbo dan amdan memakai baju yang sama. Yah itung2 orang bisa dengan mudah mengenali, alias narsis dikit lah. Tapi bener, beberapa kali kami mondar mandir pintu masuk, petugasnya dah gak nanya lagi apa ada tiket atau gak. Ah..menyenangkan bisa pakai baju ini. Thanks to om pacca, ibu erte, om mus dan ina. Om Pacca yang di kanan bajuku kedengaran berbisik..
Jakarta, wait for me.. I am coming
*foto nyusul, diposting pake belekberi sih @ bandara hasanuddin
*dah di upload tuh :p
Tambahan:
Setiap pakai baju AM Amdan selalu bilang:
“Mama, makasih yah?”, katanya “Kenapa sayang? Terimakasihnya untuk apa?” , jawabku. “Ini mama sudah dibelikan kaos ini, suka’ ka’” hehehe… thanks to Angingmammiri
Panitia Lomba Mewarnai
Author: mamie
Masih dalam rangkaian peringatan HUT kantor tahun ini yg ke 10, kemarin diadakan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD. Dan kebetulan mamie ditunjuk sebagai panitianya.
Sebenarnya hari Minggu tanggal 4 ini bukan saja lomba mewarnai tetapi bakti sosial yaitu pemeriksaan gratis untuk warga di sekitar kantor dan pasar murah bagi karyawan dan warga.
Puyeng juga ngurusin persiapannya, soalnya hari H diputuskan mendadak oleh direksi, menyusul kegiatan lain yg tidak dapat ditunda-tunda lagi.
Waktu total 4 hari saja persiapan semuanya. Beruntung kami-kami sudah terlanjur dididik seperti tentara. Last minutepun semuanya harus beres dan benar. Karena siap-siap saja dapat “bombean” kalau gak sesuai keinginan pimpinan.
Waktu 10 tahun cukuplah untuk dididik menyikapi keadaan urgent sekalipun. Alhamdulillah semua terlaksana dengan baik dengan catatan2 kekurangan dikarenakan masih saja ada putusan yang the last on the last minute
*can u imagine?*
Kesan-kesan
Lomba mewarnai diadakan di Taman Bacaan Maruki-Kapasa. Kuota peserta disiapkan 100 orang. Banyak yang mendaftar last minute. Yang lucu adalah lebih banyak orang orang tua yang ngotot dibanding anaknya. Susah sekali ngatur mereka untuk berbudaya antri. Semua mau didahulukan. Dengan modal wireless yg diberikan pak Tamsil akhirnya mamie mengumumkan. Tidak mau berurusan dengan orang tua untuk pendaftarannya. Dan mamie meminta semua anak-anak stay in one line. Dan ternyata itu berhasil. Terlihat tertib dan rapi. Sebenarnya hal ini memungkinkan karena semua masih notabene karyawan se kantor. Yang kali “segan” sama orang keuangan.. Hehehe.. Padalah mamie khan orang yang paling ramah di kantor :p
Tapi kali ini keramahan meluap entah kemana, yang ada suara keras dan tegas. (Yg pasti gara-gara itu pulangnya suara hilang gak tau kemana atau mungkin disumpahin sama yang kena tegor hehehe)
Semua berjalan tertib dengan bantuan bunda mira, suz pepy dan kakak jappa, anak-anak jadinya mengikuti lomba dengan tertib tanpa “gangguan” dari orang tua.
Ada satu fenomena yang membuat mamie berpikir. Heran juga yah, kok anak-anak dipaksain ikut kalo gak mau sampai nangis dipaksain ikut. Case yang begitu mamie gak ikutkan. Kasihan anak2 yang harus ngikutin napsu ibu atau bapaknya.
Adajuga anak 3 thn yang pengen sekali ikutan. Mamie izinkan dengan catatan sebagai penggembira, artinya tidak ikut lomba. Tetapi tidak 10 menit lamanya sudah berhenti dengan alasan capek.. Hahahha
Paket 100 untuk anak2 habis ludes mamie bagikan. Senang sekali melihat mereka bahagia menikmati. Ah.. Malaikat-malaikat kecil yang sangat lugu.. Tapi sayangnya yang muncul di mereka adalah napsu-napsu orang tua yang bisa jadi membentuk mereka menjadi seperti orang tuanya.
Pembelajaran buat mamie, semoga mamie bisa menyadari itu disetiap perkataan dan tindakan kepada malaikat2 kecilku…
Bersyukur kepada Allah
Author: mamie
“Kira-kira kalau kamu dikasih uang 1 trilyun mau gak?”, kata kak Roby kepadaku semalam. “Mau dong kak Rob, siapa yang nolak”, jawabku yakin. Yah iyalah kira-kira ada gak yang nolak duit sebanyak itu di zaman serba duit sekarang ini. Pastilah dirasakan sangat berharga “Ok!”, jawabnya menanggapi. “Tetapi sebagai gantinya napasmu dihentikan”, imbuh kak Roby yang membuatku otomatis menggeleng keras. Apa gunanya uang 1 trilyun dan kemudian kita tidak bernapas lagi. “Nah.. kenapa kamu tidak pernah mensyukuri napas yang diberikan kepadamu itu, kenapa kau tidak pernah bersyukur kepada Tuhanmu?”. Pertanyaan kak Roby membuatku terdiam seribu bahasa. Perlahan napas aku tarik dan meresapinya. Ya Allah ampuni aku, betapa aku cuma terbiasa mensyukuri hal yang nyata saja. Rumah, mobil, suami, anak dan lain-lain yang ada disekitarku tanpa pernah menyadari bahwa yang Engkau karuniakan dan melekat padaku adalah melebihi dari segala- galanya. Astaghfirullah.
“Kenapa kamu harus susah?”, “Apa kamu yakin kamu diciptakan untuk hidup susah?”. Di zaman sekarang ini, dimana orang-orang setiap hari disibukkan dengan kekuatiran akan keadaan dunia yang semakin tidak karuan, pangan yang semakin sulit diperoleh dan bahkan udara yang dihirup pun sudah disangsikan dapat menghidupkan. “Siapakah yang sebenarnya menghidupkanmu? makanan? udara?”. “Sadarkah kau akan hakekat penciptaanmu?”. Lalu kenapa engkau harus bersedih atau bersusah hati?
Tidak kah kamu takut saat kau dipanggil kembali dan kau dalam keadaan yang susah, dalam keadaan yang menggerutu, dalam keadaan yang sedih? Dimanakah kira-kira tempatmu setelah itu?
Astaghfirullah..
Dunia ini seakan membuat membutakan mata kita. Disekeliling kita hanyalah materi yang membuat kita berucap “Alhamdulillah” hanya untuk sesuatu yang kita dapatkan berupa materi.
Astaghfirullah..
Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa dan kesalahanku karena tidak bersyukur ![]()
Masa depan bangsa, kemanakah arahmu
Author: mamie
Dikarenakan suasana hati lagi kurang nyaman, mamie mencoba mengalihkan perhatian dengan browsing simple, pake blackberry.
Di fajar online terdapat berita yang bikin mamie berpikir. Judulnya yaitu ada oknum guru yang rela bayar 20juta untuk sertifikasi.
Gila, mamie ga abis pikir. Zaman sekarang orang rata-rata egois. Gak peduli tentang peerbuatan atau tindakannya yang bisa berakibat buruk terhadap orang lain. Bayangkan saja jika oknum tersebut memang tidak “layak” menjadi guru dan dibiarkan mengajari anak anak kita, masa depan bangsa. Kira-kira apa jadinya. Itu mungkin dilakukan karena dia memang butuh kerjaan. Tetapi keadaan memaksa bangsa kita untuk gak mau maju. Dengan nilai uang tertentu orang mampu melakukan sepuasnya dan memutarbalikkan aturan yang telah dibuat.
Sayang sekali, aturan yang dibuat untuk perbaikan justru malah menimbulkan lahan baru untuk korupsi, kkn dsbnya.
Sedih memang, dan sepertinya keadaan ini bukan cuma di dunia pendidikan saja berlangsung. Para pelaku hukum justru malah dominan memanfaatkan kekuatannya untuk kepentingan pribadinya, walaupun mamie berusaha untuk merujuk ke oknum bukan ke institusinya. Namun balik lagi, kok bisa orang yg bermental seperti itu menjadi perangkat hukum.
Beberapa oknum anggota DPR pun tidak terlepas dari “permainan” itu. Disaat dimana rakyat menjerit, untuk makan saja susah, saat itu pula mereka “berpesta” diatas penderitaan rakyat yang seharusnya dilindungi karena merupakan amanah.
Sayangnya sekali lagi, sifat egois yang hanya memikirkan keuntungan pribadi saja membuat keadaan menjadi tambah menyedihkan.
Mau dibawa kemana masa depan bangsa ini, jika kita sendiri mempertontonkan kepada generasi setelah kita bagaimana kecintaan kita akan kehidupan yang nyaman tanpa ada usaha yang membuat kualitas kita menjadi lebih baik.
Diibaratkan tangga, kita seakan mengarah ke bawah. Insha Allah jangan sampai terpuruk sehingga tidak dapat bangkit lagi. Semoga!
3 diva, Love and Miracle
Author: mamie
Cinta dan keajaiban adalah tema yang dibawakan 3 diva dalam performance nya semalam.
Tiba sekitar hampir jam 9pm di CCC, walau terlambat sejam dari jadwal yg tertulis di tiket, acara barulah dimulai.
Dibuka oleh Laguna band. Band lokal yang sudah sangat terkenal di kota Makassar ini, membuat atmosfir mulai dihangat-hangatkan. Menyayikan lagu-lagu trend masa kini membuat kita bisa asyik menikmatinya.
Dari 1200 penonton yg ditargetkan (menurut yang tertulis di koran) ternyata kelihatan cuma hampir setengah gedung atau tempat duduk masih kosong. Suatu hal yang terbilang kejutan yang kurang menyenangkan untuk konser sekaliber 3 diva. Entah karena promosi yang kurang atau karena harga tiket yang kemahalan. Harga tiket VIP senilai Rp. 400.000,- sementara untuk festival Rp.175.000 dan Tribun 125.000,-. Ada kemungkinan yg terjual banyak adalah tiket tribun, hal ini terlihat dari tempat duduk yang disiapkan untuk VIP yang kebanyakan kosong.
Karena kosong orang-orang yg membeli tiket tribun mulai ikut bergabung di areal VIP, sebenarnya ini juga untuk membuat kesan “ramai” yang seharusnya ditampakkan di acara konser2 yg berlangsung.
Sekitar jam 10pm. Tiga diva mulai menghibur penggemarnya dengan bernyanyi trio dan atau solo. Uthe yang sangat manis sangat mempesona dengan suaranya. Titi Dj juga memukau dengan penampilannya yang penuh percaya diri. Sementara KD, berhasil membuat kita tercengang dengan aksi panggung dan kecantikannya di atas panggung.
3 diva dengan cinta dan keajaibannya menghibur sekitar 90 menit dengan power yang tidak berkurang sedikit pun. Malahan semakin menjelang akhir semakin seru saja penampilan 3diva tersebut. Apalagi ketika penonton mulai mendekati panggung dan disambut hangat dengan cinta dari 3diva ini.
GANTI TEMPLATE
Author: mamie
Perasaan baru sekitar 2 bulanan mamie pakai template yang sebelumnya. Sekarang dah bosan lagi. Terus terang, template itu perannya sangat dominan loh bagi mamie. Kalo dah bosan liat templatenya keknya untuk menulis juga maleeeesss banget.
Makanya hari ini mamie ganti template baru, biar tambah semangat menulis. Ada bagusnya khan, tapi dibalik itu orang-orang pasti bisa menilai mamie. Mamie memang bukan orang yang suka sesuatu yang monoton, sukanya berubah-ubah kata orang sih dinamis.
Mamie ingat waktu masih di bangku sekolah. Semua tulisan orang bisa mamie tiru, alhasil kalo ada PR mamie deh yang didaulat sama teman2 untuk bisa bantu nulisin, bantuin temen yang lagi malas. Kalo yang dibantu sih senang, tapi yang merasa iri juga ada. Dibilangnya mamie ini orang yang gak kuat pendiriannya karena suka berubah2.. hehehe benarkah?
Ah balik lagi deh, selama mamie nyaman yah..jalani saja asal gak melanggar hak asasi manusia lain. Tull gak..
Hari ini mamie ganti template berharap mamie semangat menulis lagi. Buktinya nih mamie dah menulis.. bravo mamie
Cuman satu kesulitan saja nih, di template wordpress gak pilihannya terbatas susah nyari yang bener-bener cocok sama mood mamie. Adakah yang bersedia membantu? tunjukin dimana dapat template bagus sekalian ngajarin caranya hihihi.. お願いします。
TAMBAHAN
Alhamdulillah keinginan mamie terjawab. Dengan kemurahan hati Prof. Mus, yang juga om bujangan mamie, jadilah blog yang cantik ini. Ah lega sekali bisa memiliki blog sesuai kesukaan. Diajarin lagi via jarak jauh. Sudah dapat ilmu hasilnya juga memuaskan. Mudah-mudahan mamie tambah rajin lagi menulis Thanks Prof..
Ko Herry di Kick Andy
Author: mamie
“Li, koko dipanggil ke Jakarta untuk ikut acara Kick Andy”, kata ko Herry dengan suara yang agak tertahan oleh rasa bahagia. Ko Herry, kakak tertua dan satu-satunya yang dipanggil dengan panggilan khas chinese adalah dalam keluarga. Walaupun demikian dia bukanlah orang yang tertutup bahkan sangat terbuka. Orang yang pertama “menerima” suamiku sebagai keluarga adalah dia. Dengan terbata-bata dia menyampaikan kabar yang mengejutkan itu kepadaku melalui telepon. “Hari Selasa ini koko ke Jakarta”. “Wah selamat ko”, jawabku bahagia.
Telepon singkat tetapi membuat perhatianku tersita, akhirnya setelah pengambilan gambar tanggal 12 lalu, hari ini iseng-iseng aku kunjungi web kick andy, dan memang nama ko Herry terpampang di berita tentang tayangan kick andy berikutnya di hari kamis ini, tanggal 20 Maret 2008
Gak sabar menunggu saat itu, yang pasti kakakku yang satu ini memang unik. Yuk sama2 kita saksikan nanti di tayangan Kick Andy Metro TV
Bungaku…
Author: mamie
Bukan maksudku mengabaikanmu
Rindu di dada tak kuasa tertahan
Tak nampak olehmu karena jauh
Orang malah mencemooh
Seakan aku bukanlah pantas untukmu
Salah siapa dikau terkirim kebumi
Apa karena pilihanku?
Kenapa juga Tuhan membiarkan aku salah memilih jika itu salah.
Apakah itu karena kebodohanku?
Seandainya, kepintaran pengetahuan tentang masa depan bersemayam dikepala.
Akankah aku memilih masa kini?
Sedih tiada tara, tiada orang yang tahu
Tiada orang yang paham
Tiada orang yang rasa
Cemooh
Sindiran
Hujatan
Biarlah itu jadi milikku
Diriku hanya bisa berdoa
Semoga engkau bahagia walau tanpaku.
Pulang…
Author: mamie
Hati wati berdebar tidak keruan. Masuk keluar rumah dan berjalan diantara tetamu. Sesekali menyapa, tetapi terkesan basa basi. Diusianya yg hampir 40an dia terlihat cantik, berdandan agak berlebihan dibanding tamu-tamu yang lain.Yah, seharusnya dia yang menjadi orang yang paling bahagia hari ini. Bagaimana tidak. Setelah berpisah dengan orang tua dan keluarganya selama 7 tahun, hari inilah adalah waktu pertemuan kembali tersebut.
Kenapa bisa terpisah? 7 tahun yang lalu. Karyawan kakaknya yang memiliki bengkel di Jeneponto, telah mencuri hatinya. Hubungan yang tak direstui itu tetap saja dia lakoni. Hingga akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Mas Jacob, sang pujaan hati. Saat itu dia rela kehilangan segalanya termasuk orangtua dan saudara2nya atas nama cinta.
7 tahun telah berlalu, buah cinta mereka pun sudah berusia hampir 5 tahun. Seorang anak laki-laki yang cerdas. Rupanya, kebahagiaan tersebut masih belum lengkap bagi Wati. Keluarga, apalagi orang tuanya masih terus ada dalam pikirannya. Memutuskan hubungan orang tua anak memang bukan seakan menggunting benang. Dunia akhirat tetaplah merupakan hubungan yang tak terpisahkan. Jalinan itulah yang tidak dapat terpisahkan dari Wati. Ketika ayahnya sakit, dia juga ikut sakit. Akhirnya dengan menguatkan hati dan siap dengan segala resiko, dia bermaksud untuk mengikat kembali helai helai yang telah putus.
7 tahun bukan waktu yang singkat bagi orang tua untuk jauh dari anaknya. Kerinduan yang terpendam menghapus amarah yang dulu ada. Dengan hati terbuka, mereka mau kembali menerima anaknya yang telah lama pergi.
Hari ini adalah hari pertemuan itu. Keharuan kebahagiaan tergambar Mengharukan.. dan membahagiakan. Menjalin kembali tali silaturahmi yang seharusnya tidak terputus. Dan semoga tiada lagi halangan yang akan membuat jalinan itu merengngang lagi.





